Cerita Ramadhanku Selama PSBB di Surabaya
Assalamu’alaikum teman-teman, bagaimana kabarnya hari ini? semoga kalian semua sehat selalu dan dalam perlindungan Allah SWT. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan bercerita mengenai Ramadhanku pada tahun ini yaitu Ramadhan Tahun 2020.
Nggak seperti ramadhan tahun kemaren, ramadhan kali ini rasanya beda banget, karena pada ramadhan kali ini banyak sekali yang terkena dampak akibat covid 19.
Virus dari Wuhan yang telah menyebar ke berbagai penjuru dunia itu telah mengakibatkan dampak yang signifikan pada semua masyarakat didunia, tak terkecuali di Indonesia itu sendiri.
Tapi kamu jangan khawatir, meskipun kamu nggak bisa menikmati ramadhan diluar rumah, kamu masih bisa menikmati ramadhan walau hanya dirumahsaja seperti mengikuti kajian online.
Ada banyak sekali kajian online yang bisa kita ikuti, baik di Instagram, Youtube, Zoom dan lain sebagainya. Sekali lagi, jangan kecewa dengan ramadhan kali ini, sebenarnya saya sendiripun juga turut merasakan sedih namun saya mencoba kuat menghadapi pantangan keluar rumah selama masa pandemi.
Kita memang nggak bisa keluar rumah, nggak bisa shalat terawih di masjid atau musholla, nggak bisa itikaf di masjid, nggak bisa qiyamullail di masjid, nggak bisa nyari takjil.
Namun, setidaknya kita masih bisa shalat tarawih bersama keluarga, qiyamul lail bersama keluarga, sedekah online dan masih banyak lagi amalan-amalan yang bisa kita lakuin walau hanya dirumah saja.
Jangan kecewa ya teman-teman.
Memang ramadhan kali ini bikin sedih karena nggak bisa kumpul-kumpul, tapi percayalah semua pandemi ini akan segera berakhir. Jadi jangan berhenti berdoa kepada Allah agar Allah segera mencabut penyakit ini dari seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Kajian Online Yang Bisa Diikuti
Saya biasa mengikuti kajian online di Instagram, diantara kajian online yang biasa saya ikuti adalah kajiannnya Ustad Fatih Karim (@fatihkarim) Ustad Naruto (@marzukiimron) dan Ustad Salim A Fillah (@salimafillah).
Yang saya kasih tanda kurung diatas merupakan akun-akun instagramnya, jadi kalau kita pengen ikut kajian rutinnya, kita bisa hadir langsung dengan ikut siaran langsungnya.
Biasanya kita bakal dapet notif kalau kita udah follow akun-akunnya. Jadi buat temen-temen yang lagi nggak ada aktivitas dirumah, kuota banyak, dan lagi butuh ilmu, yuk ikutin aja kajiannya, insya Allah Bermanfaat.
Apa yang saya lakuin selama Pandemi CoVid 19 Dirumah Aja?
Yang saya lakuin selama dirumah aja diantaranya adalah mengikuti kajian online yang disiarkan langsung oleh para ustad-ustad favorit saya di Instagram. Saya nggak segan-segan buat ngikutin kajiannya kalau kajian tersebut disiarkan langsung.
Daripada nggak ngapa-ngapain dirumah kan sayang banget, nggak dapet apa-apa kan, apalagi bulan ini adalah bulan yang mulia, karena dibulan Ramadhan ini, Al Qur’an diturunkan untuk yang pertama kalinya.
Jadi, aku nggak pengen menyia-nyiakan kesempatan emas ini buat nambah-nambah amal.
Meskipun perasaan sedih kadang tiba-tiba muncul dibenak saya karena saya nggak bisa kemana-mana selama pandemi ini. Saya pengen banget bisa ngikutin kajian langsung hadir ditempat. Karena kajian online dan langsung hadir ditempat itu buat saya rasanya beda jauh.
Lebih nikmat hadir ditempat daripada streaming langsung dirumah
Insya Allah saya yakin, pandemi ini akan segera berakhir, semua semua masyarakat disini bisa lebih disiplin mengikuti arahan pemerintah, agar pandemi ini segera berakhir. Aamiin.
Bekerja dari Rumah
Selain rebahan aja dirumah, tapi saya tidak sepenuhnya rebahan aja dirumah, karena kalau saya rebahan aja dirumah tentu saya nggak punya manfaat apa-apa buat diri saya. Nggak punya penghasilan, nggak punya ilmu atau skill baru.
Jadi selama saya dirumah aja, saya nyoba nyari sesuatu buat dikerjain, siapa tau saya bisa dapet penghasilan tambahan selama dirumah aja.
Tapi rasanya sulit banget nyari penghasilan online, karena saya sudah biasa kerja diluar rumah.
Apakah di Kota Saya Sudah Menerapkan PSBB?
Saya merupakan orang asli surabaya dan saya juga tinggal disini jadi saya tahu persis bagaimana keadaan surabaya itu.
Surabaya itu ramai, meskipun sedang ditengah krisis pandemi. Orang-orang pada nggak takut kena corona, semuanya enjoy-enjoy aja.
Kumpul-kumpul bareng, hingga akhirnya surabaya menjadi tempat dengan kasus corona paling tinggi di Jawa Timur.
Setelah surabaya, disusul kota sebelahnya yang berbatasan langsung dengan surabaya, yaitu Sidoarjo dan Gresik. Hingga pada ketiga kota tersebut, Gubernur Jawa Timur akhirnya sepakat memanggi ketika walikota di 3 daerah tersebut untuk diberlakukan PSBB.
Meskipun sudah diberlakukan PSBB, sayangnya masih banyak warga yang keluar rumah terutama di area deketnya Jembatan Suramadu, disana masih banyak yang nongkrong disana.
Dan nggak jauh dari rumahku pun juga masih banyak warga yang nongkrong disana hingga membuat perasaanku semakin sedih karena kasus covid di Indonesia kini semakin bertambah dan sudah mencapai 10ribu keatas.
Bagaimana menurut teman-teman sekalian?
Sebenarnya saya juga merasa sedih dengan keadaan seperti ini, namun apa yang bisa saya lakukan? saya hanya bisa tetap dirumah aja mengikuti anjuran pemerintah sembari membaca info-info tentang surabaya yang kasusnya kian bertambah. Sedih rasanya.
Pesan Untuk Saya dan Kita Semua
Yuk bangkitkan semangat kita dengan terus memperbanyak Ibadah di Bulan Ramadhan meskipun kita tetep dirumah aja.
Saya mendapatkan pesan baru dari Ustad Naruto (@marzukiimron) yang pesannya saya dapatkan ketika saya mengikuti kajian live streamingnya.
Jika kita Rindu Suasana Masjid, maka kita jangan kemasjid dulu, cukup ibadah dirumah aja bersama keluarga, dan jadikanlah suasana dirumah kamu seperti suasana di dalam masjid.
Dirikanlah shalat berjamaah bersama keluarga. Mari hidupkan suasana dirumah kita bersama. Karena meskipun kita tidak bisa ke masjid atau mengikuti kajian diluar rumah, bukan berarti kita kurang ibadah ya teman-teman.
Karena dirumah aja termasuk kewajiban kita bersama agar pandemi ini bisa cepat berakhir dan tidak menyebar luas. Tetap ikuti anjuran pemerintah.
Zakat Online
Saya juga sempat menanyakan hal ini kepada Ustad Naruto (@marzukiimron) soal zakat online, dan alhamdulillah meskipun kita masih bisa membayar zakat melalui transfer.
Pertanyaan saya ini mungkin agak aneh ya teman-teman, karena yang saya tanyakan ini bisa membuat semua orang-orang yang live di kajian juga ikut tertawa, hehe.
Jadi, tetap semangat buat saya dan teman-teman sekalian.
Nggak seperti ramadhan tahun kemaren, ramadhan kali ini rasanya beda banget, karena pada ramadhan kali ini banyak sekali yang terkena dampak akibat covid 19.
Virus dari Wuhan yang telah menyebar ke berbagai penjuru dunia itu telah mengakibatkan dampak yang signifikan pada semua masyarakat didunia, tak terkecuali di Indonesia itu sendiri.
Tapi kamu jangan khawatir, meskipun kamu nggak bisa menikmati ramadhan diluar rumah, kamu masih bisa menikmati ramadhan walau hanya dirumahsaja seperti mengikuti kajian online.
Ada banyak sekali kajian online yang bisa kita ikuti, baik di Instagram, Youtube, Zoom dan lain sebagainya. Sekali lagi, jangan kecewa dengan ramadhan kali ini, sebenarnya saya sendiripun juga turut merasakan sedih namun saya mencoba kuat menghadapi pantangan keluar rumah selama masa pandemi.
Kita memang nggak bisa keluar rumah, nggak bisa shalat terawih di masjid atau musholla, nggak bisa itikaf di masjid, nggak bisa qiyamullail di masjid, nggak bisa nyari takjil.
Namun, setidaknya kita masih bisa shalat tarawih bersama keluarga, qiyamul lail bersama keluarga, sedekah online dan masih banyak lagi amalan-amalan yang bisa kita lakuin walau hanya dirumah saja.
Jangan kecewa ya teman-teman.
Memang ramadhan kali ini bikin sedih karena nggak bisa kumpul-kumpul, tapi percayalah semua pandemi ini akan segera berakhir. Jadi jangan berhenti berdoa kepada Allah agar Allah segera mencabut penyakit ini dari seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Kajian Online Yang Bisa Diikuti
Saya biasa mengikuti kajian online di Instagram, diantara kajian online yang biasa saya ikuti adalah kajiannnya Ustad Fatih Karim (@fatihkarim) Ustad Naruto (@marzukiimron) dan Ustad Salim A Fillah (@salimafillah).
Yang saya kasih tanda kurung diatas merupakan akun-akun instagramnya, jadi kalau kita pengen ikut kajian rutinnya, kita bisa hadir langsung dengan ikut siaran langsungnya.
Biasanya kita bakal dapet notif kalau kita udah follow akun-akunnya. Jadi buat temen-temen yang lagi nggak ada aktivitas dirumah, kuota banyak, dan lagi butuh ilmu, yuk ikutin aja kajiannya, insya Allah Bermanfaat.
Apa yang saya lakuin selama Pandemi CoVid 19 Dirumah Aja?
Yang saya lakuin selama dirumah aja diantaranya adalah mengikuti kajian online yang disiarkan langsung oleh para ustad-ustad favorit saya di Instagram. Saya nggak segan-segan buat ngikutin kajiannya kalau kajian tersebut disiarkan langsung.
Daripada nggak ngapa-ngapain dirumah kan sayang banget, nggak dapet apa-apa kan, apalagi bulan ini adalah bulan yang mulia, karena dibulan Ramadhan ini, Al Qur’an diturunkan untuk yang pertama kalinya.
Jadi, aku nggak pengen menyia-nyiakan kesempatan emas ini buat nambah-nambah amal.
Meskipun perasaan sedih kadang tiba-tiba muncul dibenak saya karena saya nggak bisa kemana-mana selama pandemi ini. Saya pengen banget bisa ngikutin kajian langsung hadir ditempat. Karena kajian online dan langsung hadir ditempat itu buat saya rasanya beda jauh.
Lebih nikmat hadir ditempat daripada streaming langsung dirumah
Insya Allah saya yakin, pandemi ini akan segera berakhir, semua semua masyarakat disini bisa lebih disiplin mengikuti arahan pemerintah, agar pandemi ini segera berakhir. Aamiin.
Bekerja dari Rumah
Selain rebahan aja dirumah, tapi saya tidak sepenuhnya rebahan aja dirumah, karena kalau saya rebahan aja dirumah tentu saya nggak punya manfaat apa-apa buat diri saya. Nggak punya penghasilan, nggak punya ilmu atau skill baru.
Jadi selama saya dirumah aja, saya nyoba nyari sesuatu buat dikerjain, siapa tau saya bisa dapet penghasilan tambahan selama dirumah aja.
Tapi rasanya sulit banget nyari penghasilan online, karena saya sudah biasa kerja diluar rumah.
Apakah di Kota Saya Sudah Menerapkan PSBB?
Saya merupakan orang asli surabaya dan saya juga tinggal disini jadi saya tahu persis bagaimana keadaan surabaya itu.
Surabaya itu ramai, meskipun sedang ditengah krisis pandemi. Orang-orang pada nggak takut kena corona, semuanya enjoy-enjoy aja.
Kumpul-kumpul bareng, hingga akhirnya surabaya menjadi tempat dengan kasus corona paling tinggi di Jawa Timur.
Setelah surabaya, disusul kota sebelahnya yang berbatasan langsung dengan surabaya, yaitu Sidoarjo dan Gresik. Hingga pada ketiga kota tersebut, Gubernur Jawa Timur akhirnya sepakat memanggi ketika walikota di 3 daerah tersebut untuk diberlakukan PSBB.
Meskipun sudah diberlakukan PSBB, sayangnya masih banyak warga yang keluar rumah terutama di area deketnya Jembatan Suramadu, disana masih banyak yang nongkrong disana.
Dan nggak jauh dari rumahku pun juga masih banyak warga yang nongkrong disana hingga membuat perasaanku semakin sedih karena kasus covid di Indonesia kini semakin bertambah dan sudah mencapai 10ribu keatas.
Bagaimana menurut teman-teman sekalian?
Sebenarnya saya juga merasa sedih dengan keadaan seperti ini, namun apa yang bisa saya lakukan? saya hanya bisa tetap dirumah aja mengikuti anjuran pemerintah sembari membaca info-info tentang surabaya yang kasusnya kian bertambah. Sedih rasanya.
Pesan Untuk Saya dan Kita Semua
Yuk bangkitkan semangat kita dengan terus memperbanyak Ibadah di Bulan Ramadhan meskipun kita tetep dirumah aja.
Saya mendapatkan pesan baru dari Ustad Naruto (@marzukiimron) yang pesannya saya dapatkan ketika saya mengikuti kajian live streamingnya.
Jika kita Rindu Suasana Masjid, maka kita jangan kemasjid dulu, cukup ibadah dirumah aja bersama keluarga, dan jadikanlah suasana dirumah kamu seperti suasana di dalam masjid.
Dirikanlah shalat berjamaah bersama keluarga. Mari hidupkan suasana dirumah kita bersama. Karena meskipun kita tidak bisa ke masjid atau mengikuti kajian diluar rumah, bukan berarti kita kurang ibadah ya teman-teman.
Karena dirumah aja termasuk kewajiban kita bersama agar pandemi ini bisa cepat berakhir dan tidak menyebar luas. Tetap ikuti anjuran pemerintah.
Zakat Online
Saya juga sempat menanyakan hal ini kepada Ustad Naruto (@marzukiimron) soal zakat online, dan alhamdulillah meskipun kita masih bisa membayar zakat melalui transfer.
Pertanyaan saya ini mungkin agak aneh ya teman-teman, karena yang saya tanyakan ini bisa membuat semua orang-orang yang live di kajian juga ikut tertawa, hehe.
Jadi, tetap semangat buat saya dan teman-teman sekalian.
Posting Komentar untuk "Cerita Ramadhanku Selama PSBB di Surabaya"
Posting Komentar